Rasul Pertama Kali Hijrah Ke Madinah Bersama Dengan

Haji merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu secara finansial dan fisik setidaknya sekali seumur hidup. Namun, sejarah Islam mencatat peristiwa hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

1. Latar Belakang Hijrah

Sebelum membahas peristiwa hijrah itu sendiri, kita perlu mengetahui latar belakangnya. Di Mekah, Rasulullah dan para pengikutnya menghadapi penyiksaan dan penganiayaan yang semakin meningkat oleh kaum Quraisy. Mereka merasakan ketidakamanan dan kekhawatiran akan keselamatan diri dan agama mereka. Oleh karena itu, hijrah ke Madinah menjadi pilihan yang terbaik untuk menjaga keberlangsungan dakwah Islam.

2. Persiapan Menuju Madinah

Sebelum Rasulullah dan para sahabatnya melakukan hijrah ke Madinah, mereka melakukan persiapan yang matang. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menyembunyikan rencana hijrah mereka dari kaum Quraisy yang bermaksud menghalang-halangi mereka. Rasulullah juga mendapat wahyu dari Allah untuk meminta bantuan kepada sahabatnya, Ali bin Abi Thalib, untuk menyerahkan harta-hartanya kepada pemiliknya masing-masing.

3. Rasulullah Bersama Abu Bakar Hijrah Ke Madinah

Rasulullah SAW memilih Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai teman hijrahnya ke Madinah. Mereka berdua secara diam-diam meninggalkan rumah Rasulullah di Mekah pada malam hari menuju gua tsaur. Di gua ini, mereka bersembunyi dari para pengejar Quraisy yang ingin mencegat mereka. Seorang pasukan Quraisy bahkan sampai di depan gua tempat mereka bersembunyi, tetapi dengan mukjizat Allah, mereka tidak ditemukan.

4. Perjalanan Menuju Madinah

Setelah melewati beberapa hari di gua tsaur, Rasulullah dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan mereka menuju Madinah. Mereka menyewa seorang pemandu bernama Abdullah bin Uraiqit. Dalam perjalanan ini, mereka menyamar sebagai pedagang agar tidak dicurigai oleh orang-orang Quraisy. Meskipun terjadi beberapa insiden selama perjalanan, Allah senantiasa melindungi mereka dan mempermudah jalan mereka.

5. Penerimaan di Madinah

Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya Rasulullah dan Abu Bakar tiba di kota Madinah. Masyarakat Madinah menyambut kedatangan mereka dengan penuh kegembiraan. Bahkan, penduduk Madinah begitu antusias hingga ada yang mencabut pakaian mereka dan melemparkannya sebagai tanda suka cita. Hijrah Rasulullah ke Madinah juga menjadi awal dari keberhasilan Dakwah Islam di Madinah.

6. Kesimpulan

Dengan hijrahnya Rasulullah dan para sahabatnya ke Madinah, Islam menjadi semakin berkembang dan mendapat tempat yang aman untuk berkembang. Peristiwa hijrah ini juga menunjukkan kesabaran, keyakinan, dan kekuatan iman Rasulullah beserta para sahabatnya untuk mempertahankan ajaran Islam. Semoga kisah hijrah ini dapat memberikan inspirasi bagi umat Muslim dalam menghadapi segala ujian dan cobaan dalam hidup.

Ilmiah merupakan situs media online yang menyajikan berita dan informasi terbaru di Indonesia yang paling update.
Back to top button