Perilaku Tertutup Politis Dan Birokratis Menunjukkan Organisasi Berkarakteristik

Perilaku tertutup politis dan birokratis merupakan fenomena yang tidak jarang terjadi di dalam sebuah organisasi. Perilaku ini mencerminkan karakteristik tertentu yang melekat pada organisasi tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai perilaku tertutup politis dan birokratis serta bagaimana karakteristik organisasi dapat terlihat melalui perilaku tersebut.

Perilaku Tertutup Politis

Perilaku tertutup politis dalam sebuah organisasi dapat mengacu pada adanya sistem yang membatasi akses terhadap informasi dan keputusan hanya kepada segelintir orang atau kelompok tertentu. Para pelaku politik di dalam organisasi ini memiliki kekuasaan yang besar dan memanfaatkannya untuk menjaga kepentingan mereka sendiri. Hal ini seringkali menimbulkan ketidakadilan, kurangnya transparansi, dan ketidakpercayaan di antara anggota organisasi.

Karakteristik dari organisasi yang memiliki perilaku tertutup politis antara lain:

  • Adanya pembatasan akses terhadap informasi dan keputusan penting
  • Adanya kesenjangan kekuasaan di antara anggota organisasi
  • Adanya perebutan kekuasaan dan intrik di antara anggota organisasi
  • Kurangnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan
  • Ketidakadilan dalam perlakuan terhadap anggota organisasi

Perilaku Tertutup Birokratis

Perilaku tertutup birokratis mengacu pada kecenderungan organisasi untuk mengikuti aturan dan prosedur yang kaku tanpa memperhatikan kebutuhan dan tujuan sebenarnya. Organisasi dengan perilaku ini cenderung lambat dalam pengambilan keputusan, kurang responsif terhadap perubahan, dan kurang inovatif. Ketika birokrasi menjadi terlalu dominan, hal ini dapat menghambat kemajuan organisasi dan menyulitkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Karakteristik organisasi yang memiliki perilaku tertutup birokratis antara lain:

  • Adanya aturan dan prosedur yang berlebihan
  • Kurangnya fleksibilitas dalam pengambilan keputusan
  • Ketidakmampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan
  • Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan individu dan dinamika kelompok
  • Kurangnya inovasi dan kreativitas di dalam organisasi

Karakteristik Organisasi Berkarakteristik

Organisasi berkarakteristik tertentu dapat terlihat dari perilaku tertutup politis dan birokratis yang muncul di dalamnya. Dua karakteristik yang seringkali terlihat adalah:

1. Kurangnya Transparansi dan Partisipasi

Kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan dan akses terhadap informasi merupakan ciri khas organisasi dengan perilaku tertutup politis. Hal ini menimbulkan ketidakpercayaan di antara anggota organisasi dan kurangnya rasa memiliki terhadap tujuan bersama. Ketidakpartisipasian anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan juga menunjukkan adanya ketidakadilan dan ketidakdemokratisan dalam organisasi tersebut.

2. Ketidakmampuan Beradaptasi dan Inovasi

Kurangnya fleksibilitas dan inovasi merupakan dampak dari perilaku tertutup birokratis di dalam organisasi. Aturan dan prosedur yang kaku menghambat kemampuan organisasi untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, sehingga organisasi menjadi lambat dan kurang responsif. Kurangnya inovasi juga menjadi hambatan dalam melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk berkembang.

Karakteristik Perilaku
Kurangnya Transparansi dan Partisipasi Kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan, pembatasan akses terhadap informasi, ketidakpartisipasian anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan
Ketidakmampuan Beradaptasi dan Inovasi Kurangnya fleksibilitas dan inovasi, aturan dan prosedur yang kaku, kurangnya responsivitas terhadap perubahan

Bagaimana Mengatasi Perilaku Tertutup Politis Dan Birokratis

Mengatasi perilaku tertutup politis dan birokratis dalam sebuah organisasi tidaklah mudah, namun langkah-langkah berikut dapat membantu dalam mengubah karakteristik tersebut:

1. Membangun Kultur Transparansi dan Partisipasi

Membangun budaya organisasi yang memiliki transparansi dalam pengambilan keputusan dan partisipasi anggota organisasi merupakan langkah awal dalam mengatasi perilaku tertutup politis. Hal ini dapat dilakukan melalui pembukaan akses informasi, keterlibatan anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan, dan pembentukan mekanisme feedback yang terbuka.

2. Meningkatkan Fleksibilitas dan Inovasi

Mengurangi aturan dan prosedur yang berlebihan serta memberikan ruang bagi inovasi dan fleksibilitas merupakan langkah penting dalam mengatasi perilaku tertutup birokratis. Organisasi perlu mendorong inisiatif dan kreativitas anggota untuk beradaptasi terhadap perubahan dan menghadapi tantangan di lingkungan kerja.

FAQ

1. Apakah setiap organisasi memiliki perilaku tertutup politis dan birokratis?

Tidak semua organisasi memiliki perilaku tertutup politis dan birokratis. Namun, beberapa organisasi dapat mengalami fenomena tersebut tergantung pada budaya dan struktur organisasinya.

2. Apa dampak dari perilaku tertutup politis dan birokratis bagi organisasi?

Perilaku tertutup politis dan birokratis dapat menimbulkan ketidakadilan, kurangnya transparansi, lambatnya pengambilan keputusan, ketidakmampuan beradaptasi, dan kurangnya inovasi di dalam organisasi.

3. Bagaimana cara mengatasi perilaku tertutup politis dan birokratis?

Mengatasi perilaku tertutup politis dan birokratis dapat dilakukan dengan membangun kultur transparansi dan partisipasi, serta meningkatkan fleksibilitas dan inovasi di dalam organisasi.

Dengan memahami karakteristik perilaku tertutup politis dan birokratis, serta bagaimana hal ini mencerminkan karakteristik organisasi, kita dapat lebih memahami pentingnya membangun budaya organisasi yang terbuka, transparan, dan responsif terhadap perubahan. Semoga artikel ini bermanfaat dalam memahami dinamika perilaku organisasi.

Ilmiah merupakan situs media online yang menyajikan berita dan informasi terbaru di Indonesia yang paling update.
Back to top button